Timses Insani Bantah Money Politik Saat Kegiatan Bimtek, Uba : Itu Surat Tugas Bukan Uang

0
383

RASIO.CO, Batam – Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri Isdianto-Suryani (INSANI) bantah adanya pemberitaan yang beredar di salah satu media online bahwa adanya dugaan money politik atau bagi-bagi uang saat kegiatan Bimtek di Golden Prawn pada Selasa (17/11) lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Tim Pemenangan INSANI, Uba Ingan Sigalingging didampingi Koordinator Kota Batam Tim vertikal Ramali Padang dan Kuasa Hukum INSANi, Bali Dalo saat konferensi pers, di 111 Food Point Mitra 2 Batam Center, pada hari Kamis (19/11).

Uba Ingan Sigalingging mengatakan, kami atas nama Tim Pemenangan Insani menyatakan, bahwa pemberitaan tersebut tidak terkonfirmasi dan terverifikasi sumbernya.

“Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa pihak penyelenggara tidak dapat dihubungi, namun hingga saat ini kami tidak dihubungi,” ucap Uba.

Uba menjelaskan, acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan oleh Tim Pemenangan Isdianto itu adalah kebijakan internal tim dan sifatnya konsolidasi.

“Konsolidasi ini bukan untuk asumsi publik, artinya apapun yang dilakukan internal oleh tim sepenuhnya menjadi kewenangan tim untuk melakukannya,” ucap Uba.

Uba menambahkan, didalam proses Pilkada tentunya kita memerlukan persiapan, secara khusus kami dari Tim Insani melakukan persiapan sudah dari jauh hari. Kegiatan Bimtek ini untuk koordinasi RW dan sekarang sudah menjelang hari H, sesuatu memang yang seharusnya dilakukan.

Semua harus terkonsolidasi, terkoordinasi dan tersistem sehingga ini memudahkan kerja didalam menghadapi Pemilu pada 9 Desember 2020 mendatang, tutup Uba.

Sementara itu, Koordinator Kota Batam Tim vertikal, Ramali Padang mengatakan bahwa video yang beredar sewaktu acara Bimtek di GP beberapa hari lalu, sebenarnya itu adalah acara yang sudah diagendakan di bulan Oktober.

“Kegiatan itu adalah Bimtek Koordinator RT/RW se Bengkong yang sudah memang orang-orang kita. Bimtek ini bertujuan untuk menjadikan koordinator saksi kedepan, karena setiap RW itu lebih dari satu atau pun dua saksi PTPS,” ucap Ramli.

Mereka kita bekali untuk menjadi koordinator di beberapa TPS, maka dari itu kita adakan Bimtek dan ini diadakan seluruh kabupaten se Provinsi Kepri.

Ramali menjelaskan, terkait pemberitaan bahwa adanya pemberian amplop yang berisikan uang, pihaknya menyangkal bahwa amplop yang diberikan bukanlah uang melainkan surat tugas.

“Ini bukanlah kampanye dan yang hadir bukanlah orang lain, melainkan orang kita (Tim INSANI) dan sudah mulai dari bulan Januari kita rekrut,” tegas Ramali.

Selain surat tugas yang diberikan, para peserta Bimtek tersebut dibekali APK dan bukan hanya sampai disini saja, selanjutnya akan digelar kembali Bimtek pematangan bagaimana mereka mengantarkan hasil-hasil dari TPS itu ke Posko.

Jadi saya berharap mis komunikasi ini dapat selesai sampai disini dan tidak menyebar lagi dan lebih baik kedepannya, ungkapnya.

Sementara Kuasa Hukum Insani, Bali Dalo menambahkan, dalam kegiatan tersebut ada sisi orang memandang ini sebagai money politik, money politik dalam pesta Pilkada tidak demikian.

Panitia sudah mengklarifikasi bahwa yang dibagi bukan duit tapi surat tugas. Jadi kepada pihak penyebar berita ini secara hukum akan kami telusuri dan jika memungkinkan kami akan tempuh jalur hukum karena ini perbuatan yang menciderai perjalanan kami dalam melaksanakan dan mensukseskan calon kami.

Jadi, saya selaku kuasa hukum merasa sangat keberatan dan alasan tidak dapat dihubungi dapat kita telusuri, semua hp bisa terlacak pernah menghubungi apa tidak.

“Kami menyatakan kami sangat kecewa dengan perbuatan ini dan kami akan telusuri secara hukum, jika memungkinkan maka akan kami proses secara hukum,” tutup Bali Dalo.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY