Total asset perbankan Kepri Rp63,31 triliun, investasi illegal marak

7

RASIO,CO, Batam-Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau
Uzersyah mengatakan, per Desember 2016 total asset perbankan Kepri tercatat sebesar Rp63,31 triliun atau tumbuh sebesar 7,68% (yoy). Angka ini membaik bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 4,65%.

Hal ini disampaikan Uzersyah  tamu undangan berkaitan dengan evaluasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan selama tahun 2016. Uzersyah juga mengingatkan semakin maraknya investasi illegal yang dapat merugikan masyarakat. Namun –katanya- OJK Kepri menjalin kerjasama dengan Kepolisian Daerah Kepri dan beberapa instansi terkait telah membentuk Tim Kerja Satgas Waspada Investasi agar masyarakat tidak mengalami kerugian akan praktik investasi bodong tersebut.

“Secara umum sektor jasa keuangan di Provinsi Kepulauan Riau dalam kondisi yang stabil dan tumbuh membaik,” lanjut  Uzersyah . Ia juga menjeaskan bahwa, disektor perbankan per Desember 2016 terdapat 41 Bank Umum, 41 BPR, dan 2 BPR Syariah yang berada di bawah pengawasan Kantor Otoritas Jasa Keuangan provinsi Kepri.

Pertumbuhan asset perbankan diakselerasi oleh pertumbuhan kredit yang juga meningkat bila dibandingkan tahun 2015. Per Desember 2016 jumlah kredit yang diberikan perbankan Kepri adalah sebesar Rp42,02 triliun rupiah, atau tumbuh sebesar 8,40% (yoy). Rasio non performing loan (NPL) perbankan Kepri per Desember 2016 tercatat sebesar 1,97% (Rp829,8 milyar), angka nasional 2,93%.

Dalam hal penyaluran kredit pada sektor UMKM oleh perbankan Kepri pada tahun 2016 juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Kredit UMKM yang disalurkan oleh perbankan Kepri per Desember 2016 sebesar Rp6,12 triliun meningkat dari posisi per Desember 2015 sebesar Rp5,85 triliun. Untuk porsi kredit program KUR (Kredit Usaha

Rakyat) hanya sebesar Rp295,67 milyar atau persentase 4,83% dari total kredit UMKM.
64. Dilihat dari jenis kredit, penyaluran kredit perbankan terdiri dari 43,72% kredit konsumsi, 29,99% kredit modal kerja dan sebesar 26,29% pada kredit investasi, sedangkan dari sektor ekonomi pemberian kredit perbankan didominasi oleh sektor perdagangan yaitu sebesar 16,08%, sektor industri pengolahan 11,17%, sektor transportasi, gudang dan komunikasi 9,64%.

Uzersyah menghimbau kepada seluruh pelaku perbankan di Provinsi Kepri untuk senantiasa meningkatkan porsi penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif, sehingga keberadaan perbankan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri. Jumlah dana yang berhasil dihimpun oleh perbankan Kepri per Desember 2016 tercatat sebesar Rp49,91 triliun atau tumbuh 8,15% (yoy) dengan komposisi terbesar berasal dari tabungan sebesar Rp20,26 triliun (40,59%), deposito sebesar Rp16,52 triliun (33,09%) dan giro sebesar Rp13,14 triliun (26,32%). pertumbuhan DPK Kepri diakselerasi terutama pada pertumbuhan deposito sebesar 12,69%, giro sebesar 8,66% dan tabungan yang tumbuh sangat rendah yaitu hanya 4,40%.“ “Program literasi dan inklusi keuangan tetap berjalan,” kata  Uzersyah.

ALLEKATA @www.rasio.co

Berikan komentar anda