Trends Menyeludupkan Sabu Dibandara Gunakan Softex oleh Kurir Narkoba

0
494

RASIO.CO, Batam – Para bandar narkoba jaringan Malaysia-Batam memanfaatkan para kurir wanita menyeludupkan sabu di alat sentitif menggunakan softex maupun bra jadi trends di bandara Hang Nadim Batam. Selasa (13/08).

Hal ini terungkap dipersidangan PN Batam dengan terdakwa Marni dalam agenda sidang mendengarkan keterangan saksi dari avsec dan Bea cukai berlanjut pemeriksaan terdakwa.

Saksi petugas avsec menyampaikan ketika terdakwa memasuki alat deteksi ada berbunyi , lalu terdakwa digiring keruang pemeriksaan dan ketika diperiksa ditemukan dalam bra dan softex sabu tiga paket seberat 176, 10 gram.

“Sabu disembunyikan dalam bra dan softex yang sudah disediakan oleh Ria(dpo),”

“Upah yang akan diterima Rp70 juta jika barang sampai di Lombok ,” kata tiga saksi yang dihadirkan JPU.

Sementara itu, atas keterangan ketiga saksi tersebut, terdakwa membenarkan, namun terdakwa mengaku mendapat upah Rp70 juta, namun nelum sempat diterima keburu tertangkap.

“Karena ekonomi saya melakukan ini yang mulia untuk menghidupi anak yang sakit,” kata terdakwa berdalih.

Modus terdakwa , awalnya berkomunikasi dengan Ria(DPO), dan memberi uang Rp2 juta sebagai transportasi menjemput sabu ke Malaysia.

Terdakwa berangkat dari Lombokenuju Batam bulan May 2019, dan menginap hotel 99 Nagoya.

Tanggal 17 Mei 2019 terdakwa berangkat ke Johor melalui pelabuhan Batam Center menuju pelabuhan Tanjung Penggelih dan di jemput oleh saudara Ria (DPO) diterminal Bus Larkin untuk selanjutnya di bawa ke kosan saudara RIA (DPO) yang bertempat di Johor Jaya.

Sekira pukul 23.00 waktu Malaysia saudara Ria(DPO) menunjukan 2 bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga Shabu yang dibungkus dengan plastic transparant dan langsung meminta celana dalam milik terdakwa.

lalu celana dalam milik terdakwa dan 2 bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga Shabu yang dibungkus dengan plastic transparant tersebut saudara Ria (DPO) bawa ke dalam kamar.

Dan pada saat saudara RIA (DPO) keluar dari kamar langsung menyerahkan 1 buah Bra/BH yang berisikan 2 bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga shabu dan celana dalan milik terdakwa yang di tempel dengan pembalut yang berisikan 1 bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga shabu untuk terdakwa bawa ke Lombok.

Kemudian Saudara Ria (DPO) mengatakan kepada terdakwa bahwa sesampainya di Lombok nantinya akan ada orang yang menghubungi terdakwa untuk membeli 3 paket/ bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga shabu seharga Rp. 140 juta.

Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 19 Mei 2019 sekira pukul 15.00 waktu Malaysia terdakwa berangkat dari pelabuhan Tanjung Penggelih Malaysia menuju Pelabuhan Batam Center dan sesampainya di batam terdakwa langsung menginap di Hotel 99 Nagoya Kota Batam.

Keesokan harinya, pada hari Senin tanggal 20 Mei 2019 terdakwa langsung memakai Bra/ BH yang berisikan 2 paket/ bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga shabu yang dibungkus dengan plastic transparant dan celana dalam yang ditempel pembalut yang berisikan 1 paket/ bungkus Narkotika jenis serbuk Kristal di duga shabu.

Akhirnya terdakwa ditangkap petugas Avsec bandara Hang Nadim.Batam , lalu diserahkan kepada petugas Bea.Cukai.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY