Udin Pelor Dilaporkan Warga bukan Perusahaan Pemilik Lahan

0
1168

RASIO.CO, Batam – Paska ditetapkan Udin Pelor sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh kepolisan Polresta Barelang pekan laiu.

Menyikapi adanya polemik di masyarakat bahwa tersangka Udin Pelor di laporkan oleh perusahaan pemilik lahan, mendapat bantahan oleh Direktur PT. Arnada Pratama Mandiri, Salim Saputra.

“Perlu digaris bawahi bahwa tersangka Arba Udin bukan kami yang melaporkan tetapi JD warga merasa di tipu oleh tersangka,” Kata Salim Saputra di Harbourbay, Batam. Jumat (18/10).

Lanjut dia, mencuatnya perkara dugaan penipuan tersangka sempat dilakukan investigasi internal oleh perusahaan dan didapat fakta-fakta dilapangan lahan yang telah kami peroleh secara sah dari BP Batam diduga telah di jual oleh tersangka.

“Kami melakukan pendekatan terhadap masyarakat bahwa lahan yang telah mereka beli merupakan lahan perusahaan kami,”

“Kami tunjukkan bukti-bukti pendukung bahwa lahan seluas 4,8 hektar akan dibangun property dan akhirnya masyarakat tersebut mengerti dan melaporkan Udin Pelor,” jelasnya.

Ia mengatakan, tersangka Udin Pelor dilaporkan berinisial JD dengan nomor LP-B/955/X/2019 dan pasal yang disangkakan 372 dan 378.

“Saat ini tersangka sudah ditahan dan sekali lagi kami tegaskan bukan perusahaan yang melaporkan,” paparnya.

Kata Dia, Terkait permasalah yang kami hadapi ssaat ini, tentunya kami sangat berterima kasih sekali dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian khususnya Polresta Barelang.

Dimana secara cepat merespon laporan masyarakat atas tindakan seseorang atau oknum yang menggunakan momentum isu “Legalitas Kampung Yua’ dimana merugikan orang lain dan perusahaan yang berivestasi di batam.

Selain itu, Salim menambahkan, Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-setingginya kepada bapak walikota batam serta kantor BPN Batam yang kerja keras memfilter , memeriksa keabsahan legalitas suatu lahan, sehingga tidak seta merta memutuskan suatu area menjadi”kampung tua”,” pungkasnya.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY