Upaya Satpolairud Evakuasi TKI Tenggelam Hingga Sahur di Perairan Kepri

0
383

RASIO.CO, Bintan – Tenggelamnya kapal pengangkut TKI sebanyak 8 orang di Perairan Pulau Batam pada hari Minggu (05/05/2019) pukul 21.30 wib, akhirnya membuahkan hasil.

Seorang warga nelayan Desa Sebong Lagoi memberikan informasi bahwa telah menemukan seorang TKI terapung pada sebuah tangki minyak speed boat dalam kondisi lemas, Selasa (07/05/2015) pagi.

Hingga malam harinya, kembali ditemukan 6 TKI lainnya di lokasi yang berbeda. Diketahui, satu diantaranya berjenis kelamin perempuan dan dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang melalui Kasat Polisi Perairan AKP Suardi mengungkap, upaya pencarian dan evakuasi korban TKI kapal tenggelam ini, pihaknya mengerahkan personil dan kapal patroli milik Polair Bintan menyusuri wilayah perairan dan bermalam hingga melaksanakan sahur di laut.

Kasat Polisi Perairan Polres Bintan AKP Suardi juga mengungkap, rincian 6 orang korban dalam kondisi hidup antara lain berinisial ZJS (29), N (30), FF (30), H (31), D (29), dan MS (30). Sementara 1 korban lainnya berjenis kelamin perempuan dan dalam keadaan meninggal dunia L (31) langsung dibawa ke RSUD Tannjug Uban.

Dilansir, kejadian bermula saat 8 TKI bersama 2 orang awak kapal berangkat dari Sungai Rengit Malaysia tujuan Pulau Batam menggunakan kapal cepat 40 PK pada hari Minggu (05/05/2019) pukul 21.00 wib. Sekitar 40 menit perjalanan kapal dihantam ombak sehingga air laut masuk ke badan kapal dan tenggelam.

“Saat ini korban yang belum ditemukan berjumlah 3 orang dengan rincian 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, diantara korban yang belum ditemukan tersebut atas nama Agam, yang merupakan awak kapal pengangkut TKI,” ujar AKP Suardi.

Adapun selama proses pencarian dan evakuasi, Kapolres Bintan turut memberikan apresiasi kepada personil Polres Bintan, TNI AL dan warga masyarakat yang turut membantu dan memberikan informasi sehingga korban secara maksimal dapat diselamatkan.(red/br/di).

LEAVE A REPLY