Warga Perumahan PKJ Tolak Pembagunan Jembatan yang Digagas Camat

182

RASIO.CO, Batam – Perangkat RT/RW, tokoh masyarakat perumahan Putra Kelana Jaya menolak wacana pembagunan akses jembatan untuk roda duat yang diduga digagas Camat Bengkong M.Taher.

Penolakan warga ini bukanlah tidak beralasan, pasalnya , pembagunan akses jalan yang diduga digagas pak Camat tersebut terkesan memaksakan kehendak , dimana tampa mengajak warga PKJ duduk bersama dan parahnya Perumahan PKJ sudah ada akses jalan lainnya.

“Kami bukan menolak pembagunan jembatan tetapi disekitar perumahan sudah banyak dibagun jembatan sehingga selalu rawan terjadi kejahatan terutama maling diperumahan PKJ,” Kata Tokoh Masyarakat RML di sana. Selasa(07/08).

Parahnya, lanjut RML, Pembagunan akses jembatan disana dilakukan pak Camat Bengkong Sadai tampa melibatkan warga sama sekali dan tiba-tiba melakukan peletakan batu pertama dilokasi tersebut, sehingga akibatnya berpotensi menyulut permusuhan antar warga sekitar.

“Surat penolakan warga sudah ada dan ditandatangani RT/RW, Tokoh masyarakat dan warga tetapi pak Camat tetap ngotot,” jelasnya.

RML menambahkan, akibat ulah pemaksaan pembagunan akses jembatan tersebut, warga PKJ mulai resah bahkan warga terlihat mulai akan melakukan aksi protes dan anehnya kok bisa pembagunan mengunakan anggaran Dinas Bina Marga dan infonya swadaya masyarakat.

Sementara itu, M Taher kepala Camat Kecamatan Bengkong, Kelurahan Sadai mengatakan, pembagunan Jembatan diperumahan PKJ sudah diwacanakan dan mengunakan anggaran Dinas Bina Marga untuk kepentingan masyarakat PKJ dan Sekitarnya.

“Kami juga merasa Aneh kok warga menolak untuk perkembangan daerah tersebut dan lagian akses jalan tersebut juga diperlukan bagi anak sekolah yang melintas disana dan lagian bisa ditutup kok dimalam hari,” Kata Terhadap awak media. Senin(06/08) kemarin.

Selain itu, lanjutnya, pembagunan jembatan tersebut didisain Dinas Bina Marga dimana anggran per jembatan bernilai Rp100 juta melalui Penunjukan Langsung(PL).

“Wacananya tiga, namun ada juga warga sebelahnya PKJ ingin melalui swadaya,”ujarnya.

M Taher menambahkan, rencana akan dibagun jembatan untuk roda empat tetapi karena tidak bisa dijalankan sesuai anjuran Dinas Bina Marga dan akhirnya untuk roda dua.” tutupnya.

Pantauan lapangan, wacana pembagunan jembatan tersebut terkesan janggal, pasalnya sekira berjarak puluhan meter sudah ada jembatan penyeberangan yang dibagun warga untuk akses roda dua bagi anak-anak sekolah.

Ada dugaan pembagunan jembatan tersebut untuk kepentingan segelintir oknum agar kampling diseberang bernilai jual dan parahnya lagi dilokasi tersebut juga terjadi pembagunan drainase yang diduga sarat korupsi dan terbengkalai.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda