Wenda Menyesal Lontarkan Penghinaan Diakun Palsu Facebook Spektakuler

0
159
foto/pariadi

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Wenda Ambrani memohon maaf terhadap majelis hakim dan korban penghinaannya yang melontarkan kata-kata kotor yang diduga indikasi penghinaan serta pencemaran nama baik korbannya melalui akun facebook palsu.

Permintaan maaf disampaikan terdakwa Wenda diruang sidang Wirjono Prodjodikoro PN Batam.Senin(18/01) dipimpin majelis hakim ketua Taufik Abdul Halim Nainggolan, S.H, didampingi hakim anggota Dwi Nuramanu, S.H,M.Hum dan Egi Novita, S.H.

Agenda sidang mendegarkan keterangan saksi ahli serta pemeriksaan terdakwa dengan JPU Mega tri Astuti melalui virtual.

“Saya menyesal yang melontarkan kata-kata tidak pantas terhadap korban dan saya telah meminta maaf terahadap korban yang merupakan teman saya satu kampung di sumbar,” Kata terdakwa sambil berurai air mata.

Sementara saksi ahli bahasa melalaui virtual menyampaikan, arti dari morfem/kosa kata dari postingan tersebut yang membuat orang menjadi terhina dan tercemar nama baiknya adalah:

Ne lah wanita murahan tak laku2,Aliasslesbian,

(inilah wanita murahan tidak laku-laku, alias lesbian)

jadii lonxx jantan dan lonxx betina

(Jadi lonxx jantan dan lonxx betina)

Penjelasan :

Pernyataan ini adalah sebuah hinaan kepada seorang wanita. Kata Lonxx mempunyai arti yang vulgar yaitu,, pelaxxx, wanita tuna susila, sundal Jadi jika itu ditujukan kepada seorang wanita yang tidak seperti itu. Tentu jelas sebuah penghinaan”

Setelah mendegarkan keterangan saksi ahli dan pemeriksaan terdakwa, majelis menunda sidang pekan depan dengan agenda pembacaan tututan JPU.

Diketahui terdakwa Wenda Ambraini pada hari Sabtu tanggal 24 November 2018, sekira pukul 18.45 WIB dan pukul 17.37 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu hari di bulan November tahun 2018.

Terdakwa Perumahan Muka Kuning Permai Blok M No. 18, RT. 006 / RW. 010, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3).

Berawal adanya perselisihan antara Terdakwa dengan saksi Nofi Rawati, dikarenakan saksi Nofi Rawati sudah memblokir akun Facebook Terdakwa sehingga Terdakwa tidak bisa membalas postingan yang telah dibuat saksi Nofi Rawati sehingga Terdakwa membuat akun Facebook palsu dengan nama Spektakuler.

Terdakwa memiliki 3 (tiga) akun facebook yaitu yang pertama dengan nama Endanaomy yang mana akun facebook tersebut ada sejak tahun 2013 dan Terdakwa mendaftarkan akun facebook dengan menggunakan nomor telepon.

Namun nomor telepon tersebut sudah tidak Terdakwa gunakan lagi dikarenakan Terdakwa sudah mengganti kartu, yang kedua dengan nama akun Spektakuler yang ada sejak tahun 2018.

Namun sudah tidak aktif lagi, adapun Terdakwa mendaftarkan akun Facebook dengan nama Spektakuler dengan menggunakan nomor telepon dan Terdakwa lupa nomor telepon berapa yang Terdakwa daftarkan untuk mendaftarkan akun facebook tersebut dan yang ketiga Princes Wewen, akun facebook tersebut ada sejak tahun 2018.

Bahwa Terdakwa membuat akun Facebook dengan nama Spektakuler tersebut dengan menggunakan foto seorang laki-laki dan pada foto profil akun facebook Spektakuler yang mana foto seorang laki-laki tersebut adalah bernama saudara Fadil.

Dimana saudara Fadil pernah menjalin hubungan (pacar) dengan saksi Nofi Rawati sehingga Terdakwa dengan menggunakan foto saudara Fadil agar saksi Nofi Rawati mengira bahwa yang membuat postingan tersebut adalah saudara Fadil.

Bahwa masih sekira di bulan November 2018 saksi Nofi Rawati yang sedang berada di Singapura menghubungi saksi Rani Andika Sari melalui telepon dan meminta tolong kepada saksi Rani Andika Sari untuk membukakan sebuah akun facebook dengan nama akun Spektakuler.

Dikarenakan pada saat itu berdasarkan keterangan saksi Nofi Rawati dirinya tidak dapat mengakses facebook sehingga meminta tolong kepada saksi Rani Andika Sari.

Dan saksi Nofi Rawati mengatakan kepada saksi Rani Andika Sari bahwa akun Spektakuler tersebut membuat postingan yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadap saksi Nofi Rawati. Kemudian setelah menutup telepon tersebut saksi Rani Andika Sari langsung membuka akun facebooknya melalui handphone miliknya.

Dan setelah melihat postingan tersebut saksi Rani Andika Sari langung meng-screenshot postingan tersebut dan mengirimkannya kepada saksi Nofi Rawati.

Dan atas perbuatan Terdakwa Wenda Ambraini tersebut yang menyerang kehormatan atau nama baik saksi Nofi Rawati sehingga nama baiknya tercemar atau rusak sehingga saksi Nofi Rawati mengadukan kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Kepolisian Polda Kepulauan Riau.

Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY