Wow, Heng Beou Woon Penyeludup Narkoba Minta Hukuman Mati

0
960

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Heng Beou Woon membuat geger pengunjung pengadilan Batam, pasalnya meminta kepada majelis hakim untuk dijatuhi hukuman mati.

Terdakwa Heng Beou Woon terbukti menyeludupkan lebih kurang 200 gram yang disembunyikan dalam anus dan akhirnya berhasil diamankan beacukai yang bertugas di pelabuhan Harbourbay, Jodoh.

Ironisnya, terdakwa dengan polosnya meminta hakim memvonis mati dirinya, walaupun hakim mevonis 15 tahun penjara, yang mana satu tahun lebih ringan dari tuntutan JPU Batam.

“Saya minta di hukum mati karena saya telah mempermalukan keluarga,”

“Saya malu juga terhadap anak, jadi saya minta hukuman mati,” ujarnya melalui PHnya Eliswita.

Sementara itu, majelis hakim tetap memvonis terdakwa 15 tahun penaara serta denda Rp1 miliar dan hakim berkeyakinan terdakwa merupakan jaringan antar negara.

“Saudara terdakwa di hukum 15 tahun penjara karena merupakan jaringan antar negara,”

“Silahkan saudara apakah terima , pikir-pikir atau banding, namun atas permintaan saudara banding tuk hukuman mati, tak taulah, terserah,” ujar hakim Martha.

Diketahui , berdasarkan fakta persidangan terdakwa melakukan penyeludupan sabu melalui anus akibat terjerat hutang.

Dua warga negara Malaysia terdakwa Heng Beou Woon dan Leong Kah Huat diduga dua kali berhasil lolos membawa sabu lebih kurang 1 kilo melalui pelabuhan Harbour Bay, Batam.Senin(01/07).

Modus kedua terdakwa menyeludupkan sabu melalui pelabuhan resmi dengan memasukkan narkoba dalam duburnya, namun kejelian petugas beacukai dalam mengawasi orang asing masuk ke Batam, maka kedua pelaku berhasil diamankan.

“Di ex-tray tidak kelihatan tetapi kami amati gerak-gerik serta tingkah serta postur tubuh mencurigakan, dan diduga sudah dua kali berhasil lolos atas pengakuan terdakwa,” ujar saksi beacukai beberapa waktu lalu.

Diduga Dua warga negara Malaysia terdakwa Heng Beou Woon dan Leong Kah Huat diduga merupakan bandar merangkap kurir narkotika jenis sabu berhasil diamankan petugas Beacukai dipelabuhan harbourbay, Batam.

Dari kedua terdakwa berhasil ditemukan 222, 9 gram sabu yang disembunyikan dalam dubur kedua terdakwa. hingga saat ini kasusnya sudah diagendakan sidang perdana.Selasa(11/05). diruang sidang Soerbakti, sedangkan Jaksa Penuntut Umum(JPU)Rumondang manurung.

Sesuai Sistem Informasi Penelusuran Perkara(SIPP) PN Batam, kedua terdakwa kasusnya dalam berkas terpisah dan merupakan tangkapan Beacukai Batam. kedua terdakwa dicurigai lalu digirng kerumah sakit awal bross dan beradasarkan X-ray ditubuh terdakwa ada dicurigai.

Benar adanya, setelah diminta dikeluarkan melalui dubur ditemui 4 paket sabu. para terdakwa sudah merancang dari negara asalnya Malaysia untuk dibawa ke Batam diduga untuk distribusikan lagi.

Bermula AH Qiu menghubungi terdakwa Heng Beou Woon supaya datang ke Hotel One Miliion Malaysia yang sudah ditunggu terdakwa Leong Kah Huat dan saat bertemu Ah Qiu kedua terdakwa diberi 4 kapsul berisi narkoba jenis sabu.

Lalu kedua terdakwa kekamar mandi untuk memasukkan kapsul berisi narkoba ke dalam rongga perut melalui duburnya, dan asoknya pada ta ggal 27 Maret 2019 berangkat ke batam melalui pelabuhan setulang laut. ketika turun dari Kapal dan langsung diamankan oleh petugas Bea dan Cukai Batam.

Bahwa Terdakwa dalam menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman tersebut tidak mempunyai ijin dari pihak yang berwenang.

4 kapsul yang dibugkus plastik bening dilapisi dengan kondom berisikan kristal yag diduga nakotika jenis sabu dengan berat :

55,9 gram
55,5 gram
55,1 gram
56,4 gram

Jumlah 222,9 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.dan atau kedua Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan atau ketiga, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY