Yuda Pembunuh Sadis Dituntut Seumur Hidup di Batam

0
698

RASIO.CO, Batam – Jaksa Penuntut Umum(JPU) yakin terdakwa Yuda Lesmana terduga pembunuh Fitri Suryati telah direncanakan, akhirnya dituntut seumur hidup di Pengadilan negeri Batam. Senin(15/07).

JPU dalam tuntutannya meminta, Agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :

“Menyatakan Terdakwa Yuda Lesmana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana

“Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain“ sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 340 KUHPidana dalam surat dakwaan Primair;

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” ungkap Rosmalina beberapa waktu lalu.

Selanjutnya hari ini, sidang terdakwa Yuda diagendakan untuk mendegarkan putusan majelis hakim PN Batam.

Sebelumnya, Terdakwa Yuda Lesmana Bin Miskun Alias Yuda terduga pembunuh sadis berdarah dingin dengan korban Fitri Suryati, bergulir dipersidangan Pengadilan Negeri(PN)Batam. Senin(13/05).

Jaksa Penuntut Umum(JPU) Rosmalina Sembiring menjerat terdakwa Yuda dengan pasal berlapis Pasal 340 KUHP pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Sedangkan Subsidair pasal 339 KUHAP berbunyi, Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Atau Lebih Subsidair Pasal 338 KUHPidana Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Atau Lebih Subsidair lagi Pasal 365 ayat (2) ke-3 KUHPidana atau Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun dan dari semua dakwaan JPU tak satupun meringankan terdakwa bahkan jika dapat dibuktikan berencana terdakwa Yuda terancam hukum mati.

Bahkan diluar pesidangan, saat dicoba diwawancarai terdakwa Yuda hanya diam membisu sambil bergegas digiring petugas jaga ke ruang tahanan PN Batam.

Sementara itu, Majelis hakim Taufik didampingi dua hakim anggota menunda sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan JPU.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY