Yuk Lebih Kenal dengan ‘PONEK’ : Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial/Emergensi Komprehersif

0
77
dr. DWI BUDI SANTOSO,Sp.OG ( Dokter Spesialis Obstetry Ginekologi RSUD Raja Ahmad

RASIO.CO, Tanjungpinang – Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator utama kualitas kesehatan masyarakat terutama dalam menentukan tolak ukur kesehatanibu dan bayi di suatu negara, ternyata di Indonesia masih tergolong tinggi diantara Negara ASEAN dan penurunannya sangat lambat bahkan mengalami peningkatan kematian.

Berdasarkan data survey demografi dan kesehatan di Indonesia (SDKI) 2012 tercatat AKB mengalami penurunan yaitu dari sebesar 34/1000 kelahiran hidup (2007) menjadi 32/1000 kelahiran hidup (2012).

Sedangkan hasil yang mengejutkan dari AKI memperlihatkan peningkatan yang signifikan yaitu dari 228/100.000 kelahiran hidup (2007) menjadi 359/100.000 (2012). Sedangkan AKI di Singapura hanya 6/100.000 kelahiran hidup, Brunei 33/100.000 kelahiran hidup, Filipina 112/ 100.000 kelahiran hidup, serta Malaysia dan Vietnam sama-sama mencapai 160/100.000 kelahiran hidup.

AKB dan AKI ini masih jauh dari tujuan Pembagunan Millenium/Millenuium Development Goals (MDGs), diharapkan pada tahun 2024 dapat mencapai target penurunan AKB 16/1000 kelahiran hidup dan AKI 182/100.000 kelahiran hidup.

Dalam rangka mencapai target penurunan angkakematianbayi (AKB) dan angkakemataianibu (AKI) di Indonesia diperlukan suatu strategi yang handal dan memerlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

Pelayanan kesehatan ibu dan bayi merupakan pelayanan yang berkesinambungan dan saling terkait. Kesehatan bayi ditentukan sejak bayi dalam kandungan.

Di sisi lain kesehatan ibu dapat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang dikandungnya. Selain itu kematian bayi mempunyai hubungan yang erat dengan mutu penangganan ibu maka proses persalinan dan perawatan bayi harus dilakukan dalam sistem terpadu di tingkat nasional dan regional.

Oleh karena itu upaya penurunan AKB dan AKI tidak dapat lagi dilakukan dengan intervensi biasa, diperlukan upaya-upaya terobosan serta peningkatan pelayanan untuk mengerjar ketinggalan agar dapat mencapai target MDGs.

Salah satu upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu di rumah sakit adalah bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Rumah sakit PONEK merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal sehingga diperlukan ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana, sarana dan manajemen yang handal.

Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang sebagai rumah sakit Kelas B, saat ini diharapkan mampumenjadi rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan rujukan kasus-kasus ibu dan bayi dengan risiko tinggi khususnya sebagai rujukan regional di Provinsi Kepulauan Riau.

Ketersediaan pelayanan, tenaga kesehatan dan prasarana 24 jam khususnya kegawatan daruratan sangat diperlukan. Sehingga diharapkan RSUD Provinsi Kepri Tanjungpinang dapat menjadi Rumah Sakit PONEK 24 jam.

Sebagai langkah awal bentuk partisipasi RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang pada tahun 2014 telah membentuk Tim PONEK. Untuk memenuhi standart pelayanan PONEK di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri Tanjungpinang, beberapa anggota TIM PONEK telah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kompetensi.

Tujuan utama tim PONEK ini adalah mampu menyelamat kan ibu dan bayi baru lahir melalui program rujukan berencana dalam satu wilayah kabupaten, kota madya atau provinsi.

a. Menjalankan Program Sayang Ibu Bayi
b. Melaksanakan Tatalaksana Rujukan
Pelayanan PONEK RSUD Raja Ahmad TabibProvinsi Kepulauan Riau sesuai kemampuan Rumah Sakit tipe B meliputi :
a. PelayananKesehatanMaternaldanNeonatal;
b. Pelayanan Kasus kegawatdaruratan PONEK 24 jam;
c. Rawat Gabung Ibu dan Bayi;
d. Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Ekslusif;
e. Program Perawatan Metode Kangguru Pada BBLR;
f. Program Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi;
g. Tatalaksana Rujukan.

Fasilitas Prasarana PONEKRSUD Raja Ahmad Tabib terdiri dari:
a. Ruangan Rawat inap yang leluasa dan nyaman untuk maternal dan Perinatologi/neonatal sesuai standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
b. Ruangan tindakan gawat darurat dengan instrumen dan bahan yang lengkap.
c. Ruang Pulihsadar / Observasi pasca tindakan.
d. Ruang Operasi.
e. Intensif Care Unit.
f. Protokolpelaksanaandanuraiantugaspelayanantermasukkoordinasi internal.

SelainitutersediaPrasaranaPenunjang yang terdiridari :
a. Unit Tansfusidarah / Bank darah 24 jam
b. Laboratorium 24 jam
c. Radiologidan USG

Seperti yang disebutkan di atas selain pelayanan kasus kegawat daruratan PONEK 24 jam juga terdapat Pelayanan kehamilan di poli klinik yang dilakukan oleh dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Raja Ahmad Tabib pada hari Senin sampai dengan hari jumat, pemeriksaan kehamilan /antenatal meliputi:

a. Melakukan diagnosa Kehamilan dengan cara:
• Tes kehamilan;
• Gejala dan Tanda Kehamilan.

b. Melaksanakan Asuhan Antenatal :
• Perawatan Prakonsepsi;
• Anamnesa dan Pemeriksaan Kebidanan;
• Kunjungan antenatal pertama;
• Keluhan umum selama kehamilan;
• Nutrisi dalam kehamilan;
• Perawatan antenatal lanjutan.
c. Penilaian Janin
• Kematangan/Maturitas janin;
• Deteksi abnormalitas janin;
• Pertumbuhan janin;
• Kesejahteraan janin dan Maturitas fungsional janin.

Untuk mendapatkan informasi tentang pelayanan kebidanan dan kandungan lebih lanjut dapat datang ke bagian informasi RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau.

dr. DWI BUDI SANTOSO,Sp.OG ( Dokter Spesialis Obstetry Ginekologi RSUD Raja Ahmad Tabib)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY