Zumars Calon Walikota Optimis Dapat Dukungan Warga Batam

0
201
foto/ist

RASIO.CO, Batam – Ir. Zukriansyah dan Marsapwan Bin Abdul Wahap(Zumars ) optimis memenuhi persyaratan mengumpulkan dukungan berupa kartu identitas penduduk (KTP) untuk maju bertarung pada Pilwako batam 2020 dari jalur indenpenden.

“Kami sangat yakin dan target 85 ribu sehingga dapat melenggang maju balon walikota batam,” kata Zukriansyah. Rabu(25/12).

Kata Dia, Ingin Perubahan Berdiri Bersama Indenpenden dan Bersama Rakya Kami Bisa itulah slogan kita, yang artinya kami kalau diizinkan duduk jadi walikota, maka kami adalah pilihan rakyat kota batam sehingga tidak ada beban dan tekanan dari manapun karena menjalankan amanah rakyat.

Lanjut dia, Kendati banyak seleweran maupun isu-isu yang menganggap dirinya dan pasangannya tidak akan mungkin mampu memenuhi syarat untuk maju secara cara independen di Pilwako Batam, ternyata tidak membuatnya patah arang tetapi malah kebalikannya.

“Tetap semangat, apapun kata mereka, bukan mereka yang menentukan kita mampu atau tidak, tapi kita sendiri. Bagi saya isu-isu seperti itu kubuat sebagai penyemangat,” ujarnya.

Menurut dia, biasanya para calon yang menang dalam suatu pemilihan, pastinya selalu mengingikan untuk bisa terpilih di periode berikutnya. Namun saya tidak dan menegaskan cukup satu priode jika terpilih nantiya.

“Tidak muluk-muluk, bila terpilih nanti tentunya atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan atas keinginan masyarakat Batam, target kami cukup satu periode saja. Karena untuk membuktikan kemampuan bekerja melayani rakyat itu, tidak butuh waktu yang lama, satu periode menurut saya sudah bisa kelihatan hasilnya,” tegasnya.

Zukriansyah mengaku kalau ia dan pasangannya Marsapwan, hari-harinya selalu diisi kesibukan dengan mengunjungi daerah-daerah hiterland yang ada di Batam. Kesibukan itu dilakukan guna menjaringan dukungan dari masyarakat Kota Batam.

” Sebagian pulau-pulau yang ada di wiliyah Batam ini sudah kita kunjungi. Antusias masyarakat yang kita temui juga sangat wellcome. Target kita, sebelumnya akhir bulan Januari 2019 ini, semuanya sudah harus kunjungi, dan data untuk persayaratan yang dibutuhkan maju independen, insya Allah akan terpenuhi.” ujarnya.

Zukriansyah sudah berada di batam sekira tahun 70an serta cukup sangat paham daerah ini , namun karena masih banyaknya ketimpangan terutama melihat tidak adanya pemerataan dalam pelayanan pemerintah Kota Batam kepada masyarakat, khususnya pelayanan kepada masyarakat yang tinggal hiterland di wiliyah Batam.

Contoh kecilnya saja, masyarakat di Hiterland banyak yang mengeluh karena sangat sulit mendapatkan kayu penopang (pelantar=red) rumah mereka. Kesulitan itu karena adanya larangan penembangan kayu dari pemerintah.

Daat ini banyak kayu penopang rumah-rumah penduduk di hiterland yang sudah keropos dan tidak bisa diganti karena larangan itu. Nah kalau pemerintah kita peduli, okeylah aturan memang tidak bisa dilanggar.

Namun setidaknya pemerintah bisa memberikan perhatian, solusi, maupun memberikan bantuan dana untuk membangun penopang dari beton bagaimana supaya rumah-rumah penduduk itu tidak roboh,” paparnya.

Tidak hanya itu, masih kurangnya perhatian pemerintah Kota Batam terhadap nasib dari para petani sayur yang ada di Batam. sehingga mengakibatkan petani sayur di Batam selalu merugi karena tidak adanya kontrol tentang masuknya sayur mayur dari luar Batam.

“Bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan yang besar, sedangkan masalah kecil saja, terkadang terabaikan dan tidak pernah diperhatikan? Nah itu juga membuat saya geram. Ya artinya sekecil apapun persolannya yang dihadapi masyarakat, sebagai pemimpin harus tanggap,” terang JJ.

Persoalan ekonomi dan persoalan tingginya tingkat pengangguran di Batam, kata dia, itu satu hirarki. Jika ekonomi jatuh maka pengangguran akan meninggkat. Jurusnya cuma satu, turun harga-harga khususnya harga Sembako.

Jaga iklim usaha, jangan sampai ada pengusaha (investor) atau perusahaan yang sudah berjalan, hengkang karena ketidakadanya kepastian hukum. Untuk apa gaji pekerja dinaikan jika harga juga ikut naik, kan pecuma! yang jadi korban masyarakat juga ketika tidak bekerja,” Tutup Zukriansyah lulusan teknik perminyakan dari Universitas Trisakti tahun 1994 itu.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY