Abi dan Umar Pastikan Tak Kenal Dedi serta Jotun

0
300

RASIO.CO, Batam – Terkuak dipersidangan terdakwa Usman alias Abi sebagai penggusaha besi screb tidak mengenal Dedi, Jotun dan Dwi mantan narapidana dalam kasus pencurian besi screb yang telah menjalani hukuman beberapa waktu lalu.

“Saya pastikan tidak mengenal ketiga orang tersebut dan besi screb saya beli dari Sunardi,”

“Besi screb 58,4 ton diterima dilokasi saya berdasarkan surat gatepass ecogreen yang mulia,” kata Usman diruang ruang sidang PN Batam. Rabu(27/07).

Sidang dipimpin majelis hakim Majelis hakim ketua Sri Endang Amperawati NIngsih, S.H, M.H didampingi sua hakim anggota dengan agenda kesaksian sesama terdakwa sekaligus pemeriksaan terdakwa dan digelar secara virtual.

Abi mengatakan, lebih kurang hampir 20 tahun berbisnis besi tua, belum pernah mendapat masalah dan baru kali inilah dirinya berurusan dengan hukum.

Pasalnya, kata dia, ada 200 rekan bisnisnya menjual besi tua terhadapnya, namun selalu berbekal surat jalan dari perusahaan saja dibeli, dimana artinya besi tersebut merupakan milik perusahaan.

Kata Usman, Dirinya tidak mengetahui besi screb milik Ahok, dan dirinya tahu basi tersebut mikik Sunardi dan surat jalan atau gatepass dari ecogreen, sehingga saya tahunya besi milik sunardi.

“Yang penting ada surat dari ecogreen kami anggap sah yang mulia,” tegas Usman.

Ia mengatakan, Awalnya Pak Sunardi mengirim foto besi yang akan dijual ke saya, lalu sekira tanggal 25 April 2019 terjadi kesepakatan pembelian 100 ton besi screb dimana besi merupakan dibeli sunardi dari Muhammad Jasa.

“Ditranferlah uang 440 juta oleh istri saya , namun besi hanya ada 58,4 ton dan sisa uang masih berada sama sunardi,” ujarnya.

Uniknya, majelis hakim ketua Sri Endang Amperawati NIngsih disela-sela pemerisaan saksi Usman dan Umar mempertanyakan apakah terdakwa merasa menyesal atau bersalah dalam perkara ini?

Dengan tegas terdakwa mengatakan, tidak ada penyesalan dan tidak merasa bermasalah dalam perkara pembelian besi screb milik sunardi.

“Saya merasa tidak bersalah yang mulia karena pembelian besi screb tersebut sudah sesuai kesepakatan dengan sunardi,” ujarnya.

Ironisnya, pertanyaan majelis hakim sedikit mengglitik pengunjung sidang, pasalanya pertanyaan hakim masih tahap pemeriksaan saksi belum masuk tahap tuntutan maupun putusan.

Sementara itu, Sunardi dalam agenda saling saksi sesama terdakwa, Sunardi meeupakan direktur PT Royal menyampaikan, bahwa besi screb yang dibelinya merupakan tawaran orang kepercayaan Muhammad Jasa yaitu Jotun.

Dimana sekira tanggal 24 april 2019 dirinya dihubungi Jotun dengan menawarkan ada besi yang akan dijual dan merupakan milik M Jasa sekitar 58,4 ton.

Setelah terjadi kesepakatan besi tersebut saya tawarkan ke pak Abi, disetujui dan disepakati 100 ton dengan nilai uang Rp440 juta dan ditranfer istri Abi kerekening Dedi lalu kesaya.

“Besi diangkut 4 lori bertahap dan keluar dari ecogreen mengunakan gatepass atas nama perusahaan saya,”

“Saya langsung serta mengawal PT. Biologa batuampar sampai ditimbang disana,” kata Sunardi.

Lanjutnya, bahkan saya juga menghubungi pak Umar untuk mengirim lori ke perusahaan ecogreen. Namun satu lori lagi saya tidak tahu dibawa kemanan.

Saksi mengatakan besi milik M Jasa, saya membeli ke Jotun dan menjual ke Usman dan kesepakatan, kamis tgl 25 april 2019.

Dan Saya ketika itu datang kelokasi, jotun merupakan perwakilan dari M Jasa menawarkan besi di lokasi ecogreen dan barang keluar dari lokasi mengunakan pasgate.

“Awalnya ditawarkan 100 ton, namun hanya ada 58,4 ton. Pembayaran hari itu juga dan tujuannya memang PT. Roya
Uang ditranfer 440 juta melalui rekening saudara dedi. Sisa uang saya janjikan nantinya.” Ujarnya.

Kata sunardi mendapat keuntungan 100 rupiah perkilonya, saksi ikut yg menerima besi screb umar. Namun Saksi beralsan tidak tahu ada keberatan dari Ahok maupun Minggu. Tetapi ada mendengar keberaran tetapi saya berada di dalam tetapi saya tidak lihat.

Yang satu truck lagi saksi tidak mengetahui dan hanya tahu 4 lori. Satu bulan kemudian target tidak tercapai uang dikembalikan kesaya tetapi diganti besi screb.

Sementara itu advocad abi dan umar bertanya, sudah berapa lama berbisnis dengan PT.Roya?

Kenapa saudara memakai mobil umar?
Mengurangi resiko kerugian karena keuntungan saya hanya 100 rupiah perkilo.

Ketika saudara melakukan penjualan besi dengan PT Biologa ada perjanjian? Ada kata Saksi berbisnis mengunakan kesepakatan.

Sedangkan Advocad nasib, menegaskan apakah besi yang dikirimkan lagi ke biologa bersumber di ecogreen atau dari mana?

Jawan saksi, Sisa besi dari saya sendiri dan dari gudang saya sendiri. Dan sering mengunakan mobil usman.

Berapa lama besi itu bereda di lokasi biologa? Persis tidak tahu tetapi satu bulan kemudian. Dan menjual besi kejakarta.

Usai mendegarkan keterangan saksi sesama tersakwa dan pemeriksaan terdakwa majelis hakim menunda sidang selanjutnya, namun Penasehat Hukum Sunardi meminta terhadap majelis hakim untuk menghadirkan saksi verbal lisan.

Pasalnya, PH ada barang bukti di BAP melalui percakapan WA perlu dibuktikan kebenaran dipersidangan. Dan dalam sidang berikutnya PH akan menghadirkan ahli maupun saksi A de Charge atau meringankan terdakwa.

Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY