Lim Chong Peng Diduga Bos Millinium Group Duduk Dibangku Pesakitan PN Batam

0
697
Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng yang diduga bos Millinium Group. duduk di bangku pesakitan PN batam dalam kasus dugaan penggelapan aset perusahaan bernilai Rp25, 7 miliar dalam agenda esepsi. Senin(07/10) foto:pariadi

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng yang diduga bos Millinium Group duduk di bangku pesakitan PN Batam, terkait kasus dugaan penggelapan aset perusahaan plastik PT. Taindo Citratama senilar Rp25,7 miliar.

JPU Fauzi ,SH.MH di gantikan jaksa penganti mendakwa terdakwa dengan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHPidana. da atau kedua pasal 372 KUHPidana.

Sidang yang sudah di gelar tiga kali dan hari ini dengan agenda pembacaan esepsi dari Penasehat Hukum terdakwa, sedangkan majelis hakim ketua Dwi hakim Nuranamu didampingi dua hakim anggota, Taufik Abdullah Nenggolan dan Yona Lamerossa Ketaren.

Dalam perkara ini, sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU, terdakwa Tahir Ferdian disidangkan karena diduga melakukan penggelapan aset senilai Rp. 25.7 miliar terhadap Direktur PT. Taindo Citratama, Ludijanto Taslim.

Terdakwa disidangkan karena sebelumnya di tahun 2016 diduga karena menjual aset-aset milik perusahaan produksi plastik yang beralamat di Kawasan Industri Sekupang, Batam, Kepulauan Riau.

Namun, meski kerugian korban diduga mencapai puluhan miliar rupiah, terdakwa tidak ditahan di sel jeruji besi seperti terdakwa lainnya. Tampak terdakwa terkesan seperti diistimewakan.

Sementara itu, PH terdakwa meminta agar terdakwa dibebaskan dari dakwa pidana karena perkara tersebut katanya merupakan perkara perdata serta juga dakwaan JPU tidak cermat.

Terhadap eksepsi tersebut, Jaksa Penuntut (JPU), Samsul Sitinjak dan Rosmarlina Sembiring kepada majelis mengatakan akan menanggapinya secara tertulis dijadwal sidang berikutnya.

Setelah mendengar pernyataan dari JPU, majelis hakim kemudian menunda sidang satu ke depan dengan agenda mendengar tanggapan JPU atas eksepsi PH terdakwa.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY