Manager Operasional Ecogreen Sebut Pengeluaran Besi Screb Sudah Sesuai Prosedur

Sidang kasus Usman dan Abi agenda sidang saksi BAP Ecogreen

0
210

RASIO.CO, Batam – Sidang kasus dugaan penadahan terdakwa Usman, Umar dan Junaidi kembali digelar di PN Batam dengan agenda saksi A de Charge atau meringankan terdakwa.

Dipersidangan saksi BAP, Lugina sebut pengeluaran gatepass besi screb dari perusahaan ecogreen sudah sesuai prosedur atas permintaan perwakilan yamg ditunjuk PT. Royal yang direkturnya Junaidi.

“Gatepass untuk mengeluarkan besi screb sudah sesuai prosedur pada tanggal 26 April 2019 dengan 4 lori,” kata Saksi lugina merupakan perwakilan perusahaan ecogreen, saksi bekerja sejak 1994 , jabatan operation manager control(omc). Kamis(29)07).

Baca juga : https://www.rasio.co/saksi-sebut-pembelian-besi-screb-siang-hari-legal/

Kata dia, Saksi pernah diperiksa dua kali dalam kasus sama, dan crane noel berada dilokasi ecogreen dari tahun 2018.

Ketika menang lelang masih ada crane noel dilokasi, PT. Nanindah kami minta mengosongkan dan teryata barang tersebut pemiliknya PT Jasindo Shipyard

Dilakukan pertemuan januari 2019 ecogreen memberi waktu crane diselesaikan pemotongan selama tiga bulan. Dan ketika pertemuan dihadiri direktur kami dan juga direktur Jasindo, muhammad Jasa dan Ismail.

Dimana M Jasa meminta diberi waktu untuk menjual crene tersebut secara utuh, dan kami sepakat melakukan perjanjian memberi kesempatan dengan kompensasi pembayaran. Namun selama 3 bulan belum juga selesai.

“Selanjutnya PT. Jasindo akhirnya sepakati lagi lagi untuk dilakukan pemotongan noel crene tersebut, mulai januari sampai maret dgn nilai 10.000 ribu./bulan.” Ujarnya.

Kata dia, Pembayaran dilakukan ke PT.Ecogreen, saya rutin mengunjungi lokasi dan sering berhubungan dengan M.Jasa dan Budi.

Ada beberapa pengeluaran untuk alat perbaikan sesuai gatepass yang saya tandatangani. PT Karya atau kasidi alias ahok, kami tidak pernah berhubungan dengan ahok dan sebagai bentuk kehati hatian kami menghubungi ismail merupakan orang dekat pak Jasa.

Lanjut dia, Dan dapat respon dari pak Jasa tanggal 5 may 2019, sebenarnya bukan terkait surat pak minggu karena selama ini tidak pernah berhubungan dengan mereka dan sepengetauan kami barang.rersebut milik PT.Jasid Shipyard.

Pada tgl 20 desember 2018, dijelaskan barang rersebut milik jasid enginering dan disebutkan dan dijelaskan dua unit crene masih diutuh.

Namun, kami memndapat tembusan bahwa diminta barang besi tidak dikeluarkan PT Karya Sumber Daya belum ada kepastian pihak bayer tentang pembayaran maka kami minta ditangguhkan.

Tanggal 21 may dikirim jasid ditujukan ke PT.KSD dan ecogeen hanya menerima tembusan dimana kontrak Jasindo dan karya tidak harmonis dan diminta untuk tidak mengeluarkan barang sebelum ada kesepakatan.

“Tanggal 25 may 2018 setelah terjadi kesepakatan dimana kembali bisa mengeluarkan barang.” Jelasnya.

Saksi mengatakan, Gatepass artinya dokumen yang akan mengeluar barang sudah sesuai dgn prosedur, pada awal desember

Mereka akan membuat surat jalan pengantar kemudian di proses ecogreen sesuai petunjuk perwakilan hanya BPKM.

Gatepass ditandatangi ,saya sendiri, kedua acounting manager, dan tidak boleh keluar dan ketika peristiwa tanggal 25 dikeluarkan ecogreen dan itu sah.

Pada tgl 26 april 2019, dikeluarkan pt royal standart utama ada 5 lori. Sesudah itu masih ada keluar tujuan ke PT Karya Sumber Daya. Totalnya 150 lori dan royal standar 47 lori dari tanggal.’ Tutupnya.

Sementara itu, usai mendegarkan keterangan saksi, ketiga terdakwa membenarkan keterangan saksi, namun terdakwa Abi meminta izin terhadap.majelis hakim untuk berobat karena penyakit jantungnya kambuh dan sidsng dilanjutkan untuk menghadirkan ahli..

Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY