Polemik Kapal Sea Tangker II, Kegiatan Ilegal Hingga Pemalsuan Dokumen

0
688
foto/ist

RASIO.CO, Batam – Terkuak dipersidangan kapal Tanker Sea II berbendera Togo milik perusahaan  Sea Hub Tangker Pte.Ltd di Singapura beroperasi di Indonesia mengunakan dokumen palsu serta melakukan kegiatan illegal berupa limbah di Korea dan Balikpapan.

Ironisnya, Kapal berbendera Togo tersebut berlayar dari Pasir Putih menuju Balik Papan mengunakan dokumen palsu dan ditegah Beacukai Balikpapan Bersama Polairud diduga melakukan kegiatan Ship to Ship minyak illegal.

Dalam agenda keterangan saksi dipersidangan, dengan terdakwa Mohd Syarif seminggu lalu, bahwa pengurusan dokumen pelayaran maupun dokumen perubahan bendera Togo ke bendera Indonesia diduga palsu.

Menurut keterangan saksi Eric Kusuma merupakan perwakilan perusahaan  Sea Hub Tangker meminta terhadap terdakwa Mohd Syarif untuk pengurusan dokumen pergantian bendera kapal dari togo ke bendera indoensia.

“Saya mengenal terdakwa dari Hendry Hermanto merupakan Bagian keuangan PT.LAL dan ketika itu pertemuan awal di Martabak Har,”kata saksi Eric. Senin(26/07) lalu.

Saksi merupakan perwakilan kapal tangker untuk mengatur diwilayah Indonesia, dan karena beroperasi di Indonesia maka akan dilakukan pengurusan pergantian bendara dari bendera Togo, dan kapal terdaftar kapal di Afrika.

Kata dia,  Dirinya Meminta meminta bantuan kapten syarif dan tidak tahu menahu terkait dokumen. Melalui orang dikenalkan kapten syarif.

Sertifikat serta dokumen asal togo, satu set surat dari bendera togo dokumen, untuk merubah ke Indonesia. 596 juta saya kirim ke kapten syarif.

“Dokumen diserahkan di grand I hotel oleh kapten syarif kepada saya. Selanjutnnya kapten syarif memberangkatkan kapal dari pasir Gudang ke Balikpapan.” Ujar saksi.

Kata dia, Kapten Moses, dan meyerahkan dokumen kapten syarif tahun 2019 terdaftar bendera togo.

Dibalikpapan bermasalah ketika melakukan cleren oleh syahbandar memalsukan dokumen sehingga tak bisa masuk kesana dan diurus kembali ke Batam untuk perbaikan.

PT Bestari Mulia Abadi dibidang keagenanan kapal, hubungan ditunjuk melengkapi dan memberangkatkan kapal untuk doking dari Balikpapan.

Kapal tertahan , saksi pernah melakukan jual beli kan kapal tengker dengan togu Simanjuntak, sedengkan kapal saksi mengaku dokumen milik singapura.

Sementara itu, saksi Togu Simanjuntak, terkait kepemilikan kapal, pada tahun 2020 januari dihubungi juhri yg berada di perairan  opl yg akan dok di Batam , saya ditunjuk sebagai agen.

Kapal tersebut mengangkut 600 KL like oil ersow sehingga tejadi kebakaran , setelah kapal tersebut selesai kapal tersebut kembali dinerangkat ke OPL pada bulan februari 2021.

Kemudain pada bulan maret  kapal tersebut dibalik papan melakukan kegiatan illegal dengan kapal petamina ditegah beacukai dan ditahan polairud disana.

Kapal kami beli yang mulia dari kapten Moses , setelqh itu diketahui kapal tersebut dan diduga kapal tidak terdaftar di Indonesia.

Dimana saat itu, Saksi Sebut Kapal Sea Tangker Lakukan Kegiatan Ilegal di Balikpapan Dan saya mendapat informasi oleh kapten kapal, kapal akan disita negara karena tidak memiliki dokumen valid selain itu juga kapal tidak ada kapten yang ditunjuk.

Selanjutnya dilakukan penunjukan shipp agen, dan juga dilakukan perjanjian tripartit bagaimana agar kapal tersebut tidak disita oleh negara.

Kemudian ditunjuk perwakilan, penunjuk beacuakai, ksop dan polairud senayang, sesuai prosedur nahkoda kapal.

Kapal tersbut saya terima bigorais namun sudah dikensel pada tahun 2019, karena ada keterkaitan kegiatan illegal dikorea .

Kami melakukan jual beli dikarnakan pembelian adanya kesepakatan dari April sampai januari melakukan komunikasi ditolak karna kapal dokumen di gadaikan disalah satu bang di singapura kedua adanya kegiatan illegal kapal di korea .

Karena saya merasa memilik kapal tersebut pada tahun 2020 didepan notaris dan sudah dileges  terjadilah akta jual beli tahun 2020 tersebut yang mulia,” tuturnya.

Dketahui,  Kapal MT. SEA TANKER II GT. 2714, berhasil diamankan pihak aparat Polda Kepeluan Riau bersama Petugas KSOP.

Sebelum melakukan penyitaan terhadap kapal tersebut petugas KSOP melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan Dokumen Kapal MT. SEA TANKER II GT. 2714, pada Senin tanggal 15 Maret 2021 lalu.

Kapal MT. SEA TANKER II GT. 2714 tiba di Batam pada hari Selasa tanggal 09 Februari 2021 di Pos Syahbandar Telaga Punggur KSOP Khusus Batam.

Dir Polairud Polda Kepri Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen Kapal MT. SEA TANKER II GT. 2714 tersebut ditemukan 1 (satu) lembar surat laut sementara dan 1 (satu) lembar surat Ukur Internasional (1969) sementara diduga palsu atau dipalsukan.

Tersangka ada empat orang yang kini tengah diamankan petugas untuk sementara guna dilakukan pemeriksaan lebih lengkap lagi.

“Keempat tersangka ini berinisial (MS), (AS), (RA), dan (LN). Keempat orang ini memiliki peran masing-masing,” ucap Dir Polairud Polda Kepri Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, Senin 14 Juni 2021.

Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY